Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini, Senin (27/4/2026). Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.42 WIB, IHSG naik 6,759 poin atau 0,09 persen ke level 7.136,249, setelah sempat berada di posisi 7.158,507 saat pembukaan.
Pergerakan indeks tercatat berada di level tertinggi 7.230 dan terendah 7.126 pada sesi pagi ini.
Subjudul: Pergerakan saham variatif
Pada perdagangan pagi, sebanyak 274 saham menguat, 334 saham melemah, dan 136 saham stagnan. Total transaksi tercatat mencapai Rp5,253 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 11,925 miliar saham.
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.774,387 triliun.
Subjudul: Sentimen global campuran
Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa pergerakan bursa global, khususnya Wall Street, menunjukkan tren yang beragam. Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,55 persen, Nasdaq naik 1,50 persen, sedangkan Dow Jones melemah 0,44 persen.
Sentimen positif didorong oleh optimisme negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredakan konflik, serta kenaikan saham sektor semikonduktor.
Subjudul: IHSG berpotensi melemah terbatas
Meski dibuka menguat, IHSG tercatat melemah sekitar 6,6 persen sepanjang pekan sebelumnya. Tekanan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah yang meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi global.
Kondisi tersebut turut memicu volatilitas di pasar negara berkembang (emerging market), meskipun indeks regional Asia bergerak variatif. Salah satunya, indeks Kospi di Korea Selatan justru mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.
Analis KISI memproyeksikan IHSG akan menutup April dengan pelemahan terbatas, dengan level support di 6.900 dan resistance di 7.200.