Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Tekanan jual yang tinggi membuat IHSG bergerak di zona merah sejak awal sesi perdagangan.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.23 WIB, IHSG turun 112,414 poin atau melemah 1,64 persen ke level 6.746,484. Sebelumnya, IHSG dibuka di level 6.763,945.
y=6746.484y=6746.484y=6746.484
Pada perdagangan pagi ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.787 dan level terendah di 6.727.
Sebanyak 350 saham tercatat melemah, sementara 208 saham menguat dan 155 saham lainnya stagnan.
Nilai transaksi perdagangan sementara mencapai Rp4,090 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 12,411 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.906,477 triliun.
Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan IHSG pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, ditutup turun 0,68 persen dengan aksi jual bersih asing atau net sell mencapai Rp799 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain ANTM, BMRI, CUAN, DSSA, dan BBRI.
Sentimen negatif juga datang dari pasar global. Bursa saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa, dipicu lonjakan inflasi AS dan kenaikan tajam harga minyak dunia akibat memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks S&P 500 turun 0,16 persen, Nasdaq Composite melemah 0,71 persen, sementara Dow Jones Industrial Average masih mampu naik tipis 0,11 persen.
Di kawasan Asia-Pasifik, pergerakan bursa saham cenderung beragam. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,52 persen dan Topix naik 0,83 persen.
Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan turun 2,29 persen dan Kosdaq melemah 2,32 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,22 persen dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,36 persen.
Pasar regional juga dibayangi ketidakpastian terkait keberlangsungan gencatan senjata AS-Iran setelah Presiden AS Donald Trump menyebut situasi gencatan senjata berada dalam kondisi “sangat kritis”.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi mengalami open gap down untuk menguji area support di level 6.600 hingga 6.700 akibat dampak MSCI Review yang diumumkan sebelumnya.
6600≤y≤67006600 \leq y \leq 67006600≤y≤6700
Meski demikian, ia menilai IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah menyentuh area support tersebut.
“Diperkirakan support IHSG berada di level 6.600-6.700 dan resist di area 6.950-7.020,” ujar Fanny dalam risetnya.