Wall Street ditutup pada level rekor tertinggi pada perdagangan Jumat (29/5/2026) seiring meningkatnya optimisme investor terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen positif tersebut mendorong penguatan indeks-indeks utama sekaligus memperpanjang reli pasar saham Amerika Serikat.
Indeks S&P 500 naik 0,2 persen dan ditutup pada level 7.581,65 poin. Sementara itu, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi menguat 0,2 persen menjadi 26.972,62 poin setelah sempat menembus level psikologis 27.000 poin untuk pertama kalinya dalam sejarah perdagangan intraday.
Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan paling besar di antara indeks utama dengan penguatan 0,7 persen ke level 51.032,65 poin. Ketiga indeks tersebut berhasil menorehkan rekor penutupan tertinggi baru.
Secara mingguan, S&P 500 naik 1,4 persen, Nasdaq menguat 2,4 persen, dan Dow Jones bertambah 0,9 persen. Kinerja tersebut menandai kemenangan beruntun Wall Street selama sembilan pekan berturut-turut, yang menjadi reli terpanjang sejak Desember 2023.
Sentimen pasar didorong oleh laporan mengenai potensi kesepakatan antara Washington dan Teheran terkait perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengambil keputusan akhir terkait kesepakatan tersebut setelah melakukan pertemuan dengan para pejabat pemerintah di Ruang Situasi Gedung Putih.
Meski demikian, hingga akhir perdagangan belum terdapat keputusan final. Sejumlah media Iran juga membantah sebagian isi pernyataan yang disampaikan Trump mengenai detail kesepakatan yang tengah dibahas.
Di luar faktor geopolitik, reli Wall Street juga didukung oleh penurunan harga minyak, musim laporan keuangan perusahaan yang kuat, serta berlanjutnya antusiasme investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Sejak akhir Maret 2026, indeks S&P 500 tercatat telah melonjak sekitar 16 persen.
Pada perdagangan saham individual, Dell Technologies menjadi sorotan setelah melonjak 32,8 persen usai meningkatkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya. Penguatan tersebut turut mengangkat saham perusahaan teknologi lain yang bergerak di sektor server AI dan perangkat komputer.
Sebaliknya, saham Gap anjlok lebih dari 15 persen setelah perusahaan ritel pakaian tersebut memangkas proyeksi penjualan tahunan. Sementara itu, saham perusahaan keamanan identitas digital Okta melesat 30,1 persen setelah membukukan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi pasar.
Dengan ditopang sentimen positif dari sektor teknologi, harapan stabilitas geopolitik, serta kuatnya minat investor terhadap tema AI, Wall Street berhasil menutup bulan Mei dengan performa yang solid dan mencatatkan rekor tertinggi baru di ketiga indeks utamanya.