Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa gempa bumi kembali mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 21 September 2026, pukul 08.44 WIB. Guncangan akibat gempa bumi ini dirasakan hingga ke sejumlah wilayah di NTT.
Berdasarkan laporan resmi dari BMKG, gempa bumi tersebut memiliki parameter magnitudo M 5,3. Pusat gempa terdeteksi berada di lokasi 32 kilometer barat laut Manggarai Timur dengan kedalaman dangkal, yaitu 10 kilometer. BMKG mengonfirmasi bahwa gempa bumi manggarai timur ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Skala Intensitas dan Wilayah Terdampak Guncangan
Guncangan gempa dirasakan oleh masyarakat setempat dengan tingkat intensitas yang bervariasi sesuai dengan rentang Modified Mercalli Intensity (MMI):
- Skala III–IV MMI: Dirasakan nyata di kawasan Manggarai, Bajawa, dan Labuan Bajo.
- Skala II–III MMI: Dirasakan getarannya di wilayah Nagekeo dan Waingapu.
- Skala II MMI: Dirasakan ringan di daerah Maumere.
Imbauan Kewaspadaan Gempa Susulan
Menyikapi kejadian guncangan ini, BMKG memberikan imbauan khusus kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya gempa bumi susulan.
Peristiwa ini menambah deretan aktivitas seismik di Nusa Tenggara Timur setelah sebelumnya pada 15 Agustus 2026, kawasan NTT sempat diguncang gempa besar bermagnitudo 7,7 yang memicu peringatan potensi tsunami. Hingga satu bulan pascagempa utama tersebut (15 September 2026), BMKG mencatat terdapat total 15.722 gempa susulan dengan rentang magnitudo M 0,9 hingga M 6,2, di mana 190 kejadian di antaranya sempat dirasakan oleh warga.