Bursa Saham AS Menguat Meski Negosiasi Perdamaian AS-Iran Berlanjut

Bursa Saham AS Menguat Meski Negosiasi Perdamaian AS-Iran Berlanjut

Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis WIB, 7 Mei 2026. Penguatan pasar dipicu optimisme investor terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak dunia anjlok, ditambah kinerja laba perusahaan yang melampaui ekspektasi pasar.

Mengutip Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average naik 612,34 poin atau 1,24 persen menjadi 49.910,59. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 105,90 poin atau 1,46 persen ke level 7.365,12.

Indeks Nasdaq Composite juga melonjak signifikan sebesar 512,81 poin atau 2,02 persen menjadi 25.838,94.

Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sebanyak sembilan sektor ditutup di zona hijau. Sektor industri dan teknologi menjadi pendorong utama penguatan pasar dengan kenaikan masing-masing 2,60 persen dan 2,56 persen.

Sebaliknya, sektor energi dan utilitas justru mengalami tekanan dengan penurunan masing-masing sebesar 4,07 persen dan 1,45 persen, seiring merosotnya harga minyak dunia.

Sentimen positif pasar muncul setelah laporan media menyebut Amerika Serikat optimistis dapat segera mencapai nota kesepahaman dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Selain faktor geopolitik, reli Wall Street juga didukung laporan kinerja keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan analis. Sekitar 85 persen perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan tercatat membukukan laba di atas ekspektasi pasar. Sementara itu, sekitar 77 persen perusahaan melaporkan pendapatan yang juga melampaui proyeksi.

Di sektor teknologi, saham produsen cip Advanced Micro Devices dan perusahaan perangkat keras Supermicro melonjak setelah memberikan panduan kinerja triwulanan yang lebih kuat dibandingkan perkiraan pasar.

Sejumlah saham lainnya juga mencatat kenaikan signifikan usai pengumuman laporan keuangan. Saham Uber melonjak sekitar 8,53 persen, sedangkan CVS Health dan Walt Disney masing-masing menguat 7,65 persen dan 7,54 persen.

Sementara itu, saham perusahaan farmasi Novo Nordisk naik hampir dua persen. Di sisi lain, Restaurant Brands International selaku induk usaha Burger King turun 5,47 persen.

Saham perusahaan perancang semikonduktor Arm Holdings turut melesat 13,63 persen menjelang rilis laporan keuangan setelah jam perdagangan. Adapun saham AppLovin terkoreksi hampir dua persen.

Pelaku pasar kini menantikan data ketenagakerjaan April dari Challenger, Gray & Christmas yang dijadwalkan dirilis pada Kamis sebagai petunjuk terbaru kondisi ekonomi AS.