Harga minyak mentah dunia anjlok hingga di bawah level USD100 per barel pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis WIB, 7 Mei 2026. Penurunan tajam tersebut dipicu optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Mengutip Xinhua, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun USD13,61 atau 13,3 persen menjadi USD88,66 per barel. WTI merupakan acuan utama harga minyak di Amerika Serikat.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli yang menjadi patokan harga minyak internasional juga merosot USD13,12 atau 11,94 persen menjadi USD96,75 per barel pada perdagangan sesi pagi.
Sentimen pasar dipengaruhi laporan Axios yang menyebut AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan berupa nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang. Dokumen tersebut dikabarkan akan menjadi kerangka awal negosiasi nuklir yang lebih rinci antara kedua negara.
Dalam proposal tersebut, Iran disebut akan menyetujui moratorium pengayaan nuklir. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mencabut sejumlah sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Selain itu, kedua negara juga disebut akan membuka kembali jalur transit di Selat Hormuz yang sebelumnya mengalami pembatasan akibat konflik. Selat Hormuz merupakan jalur strategis distribusi minyak dunia yang mengalirkan sebagian besar pasokan energi global.
Meskipun harga minyak sempat tertekan tajam, kontrak minyak mentah berjangka kemudian pulih signifikan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan pemboman terhadap Iran apabila Teheran tidak menyetujui syarat perdamaian yang diajukan Washington.
Pernyataan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, sehingga membatasi penurunan harga minyak lebih lanjut.