Harga minyak dunia ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, setelah pasar dibayangi ketidakpastian terkait status perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Beragam pernyataan dari kedua pihak membuat pelaku pasar masih menunggu kejelasan arah negosiasi yang berpengaruh terhadap pasokan energi global.
Mengutip data Investing.com, harga minyak mentah Brent kontrak Agustus naik 1 persen menjadi USD95,96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juli menguat 1,5 persen ke level USD93,53 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah media Iran kembali melaporkan bahwa Teheran menghentikan pertukaran pesan dengan Washington. Namun, Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung.
Ketidakpastian mengenai perkembangan pembicaraan tersebut membuat pasar tetap waspada, terutama terkait potensi pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia. Di sisi lain, adanya gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel di Lebanon sedikit meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Analis ING menyebut pergerakan harga minyak saat ini masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Pasar juga terus mencermati isu program nuklir Iran yang masih menjadi salah satu hambatan utama dalam proses perundingan kedua negara.