Gibran Optimistis Masjid IKN Bisa Digunakan Salat Id Lebaran 2026

Gibran Optimistis Masjid IKN Bisa Digunakan Salat Id Lebaran 2026

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menargetkan Masjid Raya Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah dapat digunakan pada pelaksanaan Salat Idul Fitri 2026. Saat ini, progres pembangunan masjid tersebut telah mencapai 98,4 persen.

“Masjid ini ditargetkan dapat digunakan pada pelaksanaan Salat Idul Fitri Tahun 2026,” kata Gibran dalam keterangannya, dikutip Rabu, 31 Desember 2025.

Gibran menjelaskan, pada tahap pertama pembangunan, Masjid Raya Nusantara memiliki kapasitas sekitar 29 ribu jemaah. Adapun total kapasitas masjid setelah seluruh tahap pembangunan rampung mencapai hingga 60 ribu jemaah.

“Masjid ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas Islam yang rahmatan lil ‘alamin di ibu kota baru Indonesia,” ujarnya.

Masjid Raya Nusantara dibangun di atas lahan seluas 32.125 meter persegi. Luas bangunan masjid dan plaza mencapai 60.173 meter persegi, sementara menara atau minaret memiliki luas 427 meter persegi. Selain itu, tersedia pula bangunan komersial dua lantai seluas 2.212 meter persegi serta bangunan penunjang seluas 727 meter persegi.

Dari sisi fasilitas, masjid ini dilengkapi area parkir yang memadai, termasuk empat lot parkir khusus VVIP, satu lot untuk kelompok difabel, serta lima lot parkir yang diperuntukkan bagi bus. Area parkir tambahan juga tersedia di lantai LG pada kawasan pelataran dengan kapasitas hingga 64 lot parkir.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hariqo Wibawa Satria, menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Raya Nusantara saat ini masih berada pada tahap I. Tahap ini mencakup pembangunan gedung utama empat lantai, yang terdiri atas dua lantai mezzanine serta dua lantai pelataran serbaguna yang juga difungsikan sebagai area parkir.

Hariqo menambahkan, setelah rampung sepenuhnya, Masjid Raya Nusantara di IKN dapat menampung hingga 60 ribu jemaah. Masjid ini nantinya akan menggantikan status Masjid Istiqlal di Jakarta sebagai Masjid Negara, seiring dengan perpindahan ibu kota Indonesia ke IKN.

“Masjid IKN akan berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan spiritual yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Hariqo.

Dikutip dari metrotvnews.com