Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Jaktim Galakkan Program Positif di Bulan Ramadan

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Jaktim Galakkan Program Positif di Bulan Ramadan

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memperbanyak kegiatan positif bagi remaja selama bulan suci Ramadhan guna mencegah tawuran dan aksi negatif lainnya.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan pentingnya mengisi waktu remaja dengan aktivitas yang bermanfaat, terutama pada jam-jam rawan selepas shalat Tarawih hingga menjelang sahur.

“Pentingnya memperbanyak kegiatan positif bagi remaja selama bulan suci Ramadhan guna mencegah terjadinya tawuran dan berbagai aksi negatif lainnya,” ujar Munjirin di Jakarta, Senin.

Menurut dia, Ramadhan menjadi momentum tepat untuk mengarahkan energi dan kreativitas generasi muda ke arah yang lebih produktif. Ia menyebut potensi gesekan antarwarga, khususnya yang melibatkan remaja, cenderung meningkat pada malam hari.

“Biasanya, di bulan Ramadhan ada waktu-waktu rawan, terutama setelah Tarawih sampai sahur. Kalau tidak diisi dengan kegiatan yang positif, anak-anak muda bisa mudah terpengaruh hal-hal yang merugikan seperti tawuran,” ucapnya.

Libatkan RT/RW hingga Tokoh Masyarakat

Munjirin mengajak ketua RT dan RW, pengurus LMK, tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk aktif menghadirkan kegiatan membangun, seperti pengajian remaja, pesantren kilat, lomba keagamaan, tadarus Al-Qur’an, bakti sosial, hingga olahraga bersama yang terorganisir.

“Kalau anak-anak kita dilibatkan dalam pengajian, kegiatan masjid, atau aktivitas sosial, mereka punya ruang berekspresi yang positif. Ini akan sangat membantu menekan potensi tawuran,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran keluarga sebagai benteng utama pengawasan. Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak terlibat dalam aktivitas berisiko seperti perang sarung, bermain petasan, atau balap liar yang kerap terjadi pada malam Ramadhan.

Pengawasan Terpadu dan Operasi Pekat Jaya

Selain pendekatan preventif, jajaran camat dan lurah bersama unsur TNI-Polri diminta memperkuat koordinasi pengawasan wilayah.

“Penegakan aturan itu penting, tapi yang lebih penting adalah pencegahan. Kita isi Ramadhan ini dengan kegiatan yang menumbuhkan iman, mempererat persaudaraan, dan memperkuat karakter generasi muda,” tutur Munjirin.

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Timur mendirikan 27 posko terpadu untuk mendukung Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026 sekaligus mencegah tawuran selama Ramadhan.

Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan bagian dari instruksi terpusat Polda Metro Jaya yang dilaksanakan serentak di wilayah hukumnya, termasuk Jakarta Timur.

Sebanyak 20 personel disiagakan di setiap posko, terdiri dari 10 personel Polri dan 10 personel gabungan dari Satpol PP, Kodim 0505 Jakarta Timur, serta elemen masyarakat. Posko aktif mulai pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB, waktu yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan.

Melalui kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan keluarga, diharapkan suasana Ramadhan di Jakarta Timur berlangsung aman, nyaman, dan terbebas dari aksi tawuran.

Dikutip dari antaranews.com