Rupiah Menguat Tipis di Level Rp16.626 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis, 4 Desember 2025, mengalami penguatan tipis. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp16.626 per USD, menguat satu poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp16.627 per USD.
Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah pada level Rp16.627 per USD, terpantau stagnan dari perdagangan kemarin. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah pada akhir perdagangan hari ini, dengan kisaran Rp16.620 hingga Rp16.640 per USD.
Faktor Global dan Dalam Negeri
Ibrahim menjelaskan pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan 9–10 Desember mencapai sekitar 90 persen. Pelemahan data ekonomi AS, termasuk laporan ketenagakerjaan sektor swasta ADP, turut memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga.
Selain itu, pergantian kepemimpinan The Fed menjadi sorotan pasar. Laporan menunjukkan Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih yang pro-suku bunga rendah, menjadi kandidat terdepan menggantikan Ketua saat ini, Jerome Powell.
Dari sisi domestik, OECD menilai Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter, termasuk kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan hingga 50 basis poin. Sejak Agustus 2024, BI rate telah turun dari 6,25 persen menjadi 4,75 persen. Meski demikian, efek penurunan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada suku bunga kredit perbankan maupun imbal hasil obligasi korporasi, yang baru turun tipis dari posisi awal siklus pelonggaran.
Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan tetap fluktuatif seiring pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi AS dan kebijakan moneter Bank Indonesia selanjutnya.
Dikutip dari metrotvnews.com