Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi menerbitkan aturan baru terkait pencantuman label gizi berupa nutri level pada pangan siap saji, khususnya minuman berpemanis. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) dalam produk konsumsi harian.
Melalui kebijakan tersebut, setiap minuman kemasan berpemanis akan dilengkapi label nutri level yang terdiri dari empat kategori, mulai dari kandungan GGL terendah hingga tertinggi. Label ini diharapkan dapat membantu konsumen dalam memilih produk yang lebih sehat.
Edukasi dan Perbaikan Pola Konsumsi
Praktisi kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Egha Zainur Ramadhani, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai penerapan label nutri level telah lama dinantikan karena mampu memberikan informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat.
“Nutri level ini memberikan kesempatan bagi konsumen dan produsen untuk sama-sama memperbaiki kualitas konsumsi dan produk, sehingga lebih sehat tanpa mengurangi kenikmatan,” ujarnya dalam program Opini Publik di RRI Sungailiat, 24 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa konsumsi minuman berpemanis yang tidak diimbangi aktivitas fisik berisiko memicu berbagai penyakit, terutama Diabetes. Hal ini terjadi karena kelebihan gula dalam tubuh membutuhkan insulin untuk diproses, dan jika terjadi gangguan, dapat berujung pada gangguan metabolik.
Dukungan Masyarakat dan Pentingnya Pengawasan
Kebijakan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat yang berharap penerapan label nutri level disertai pengawasan ketat. Salah satu warga Sungailiat, Azadin, menekankan pentingnya peran petugas dalam memastikan kepatuhan produsen.
Menurutnya, pengawasan yang kompeten diperlukan agar tidak ada pelanggaran dalam pencantuman informasi gizi, sehingga tujuan edukasi kepada masyarakat dapat tercapai secara optimal.
Dengan adanya label nutri level, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola konsumsi sehat, sekaligus mendorong produsen untuk menghadirkan produk yang lebih berkualitas dan ramah kesehatan.