Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 4 September 2026, di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 27,80 poin atau 0,42 persen ke level 6.695,695.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga naik 2,58 poin atau 0,39 persen ke posisi 665,35.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG masih bergerak positif dengan kenaikan 18,573 poin atau 0,28 persen ke level 6.686,464. Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak pada rentang 6.680 hingga 6.704.
Sebanyak 330 saham tercatat menguat, sementara 206 saham melemah dan 189 saham stagnan.
Nilai transaksi sementara mencapai Rp2,357 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 5,964 miliar saham. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.697,870 triliun.
Sentimen Global dan Domestik Dorong IHSG
Pada perdagangan Kamis, 3 September 2026, IHSG ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09 persen ke level 6.667,89.
Riset FAC Sekuritas menyebut penguatan tersebut didorong membaiknya sentimen global dan domestik. Pelemahan dolar AS serta penurunan imbal hasil US Treasury meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sentimen positif juga didukung aksi beli pada saham-saham blue chip, terutama sektor perbankan, serta meningkatnya volume dan nilai transaksi.
Dari pasar global, Wall Street juga ditutup menguat. Dow Jones naik 1,18 persen, S&P 500 menguat 1,06 persen, sedangkan Nasdaq melonjak 1,40 persen.
Penguatan bursa AS didorong meredanya imbal hasil US Treasury setelah muncul sinyal yang lebih dovish terkait arah kebijakan suku bunga The Fed. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dan mendorong minat investor terhadap sektor teknologi, perangkat lunak, serta perbankan.
FAC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan, meski investor tetap mencermati perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah.