Brent crude oil Naik Tajam ke USD105 per Barel

Brent crude oil Naik Tajam ke USD105 per Barel

Harga minyak mentah dunia kembali melonjak pada perdagangan Jumat (24/4/2026), didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz.

Minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Juni di ICE Futures Europe tercatat naik USD3,16 atau 3,1 persen menjadi USD105,07 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni di New York Mercantile Exchange meningkat USD2,89 atau 3,11 persen menjadi USD95,85 per barel.

Kenaikan harga ini memperpanjang tren penguatan mingguan, seiring tingginya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak langsung pada pasokan energi global.

Situasi semakin memanas setelah adanya laporan bahwa salah satu negosiator utama Iran mengundurkan diri, yang memperburuk prospek perundingan damai antara kedua negara.

Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, masih ditutup akibat kebuntuan antara kedua pihak. Iran menolak melanjutkan negosiasi selama blokade angkatan laut AS masih berlangsung, sementara Presiden Donald Trump mendesak agar selat tersebut dibuka sepenuhnya sebelum kesepakatan damai tercapai.

Analis dari ING Group menilai pasar kini harus menyesuaikan ekspektasi terhadap kondisi yang ada.

“Seiring memudarnya harapan kesepakatan, realitas gangguan pasokan akan semakin terlihat, sehingga harga minyak masih berpotensi naik,” tulis analis ING.

Trump juga meningkatkan retorika dengan memerintahkan angkatan laut AS untuk mengambil tindakan tegas terhadap ancaman di Selat Hormuz, termasuk terhadap kapal yang diduga menempatkan ranjau di perairan tersebut.

Laporan media menyebut Iran telah menambah jumlah ranjau di kawasan tersebut, sementara aktivitas militer dari kedua pihak terus meningkat, termasuk penyitaan kapal tanker dan operasi militer di wilayah perairan strategis.

Kondisi ini membuat pasar energi global tetap dalam tekanan, dengan potensi volatilitas harga minyak yang masih tinggi dalam waktu dekat.