Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan daya saing dan tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Ia menegaskan pentingnya ekspansi bisnis ke tingkat yang lebih luas guna memperkuat peran BUMD dalam mendukung visi Jakarta sebagai kota global.
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam acara BUMD Leaders Forum 2026 bertajuk Synergy For Resilience: Memperkokoh Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi Dalam Ekosistem Jakarta Global City. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa BUMD harus berani “bertarung” di pasar yang lebih luas, tidak sekadar menjadi pemain lokal.
Menurutnya, sejumlah BUMD seperti Bank Jakarta, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Jakarta jika mampu melakukan ekspansi secara optimal.
Di tengah dorongan ekspansi tersebut, Pramono juga mengingatkan adanya tantangan eksternal yang harus diantisipasi, seperti kondisi geopolitik global yang tidak menentu serta potensi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada April hingga September 2026. Ia menilai kesiapan menghadapi tantangan tersebut menjadi kunci keberhasilan BUMD ke depan.
Pramono juga menekankan pentingnya pembenahan budaya perusahaan (corporate culture) agar lebih terbuka, transparan, dan dikelola secara profesional. Dengan pengelolaan yang baik, ia optimistis BUMD Jakarta akan lebih tangguh dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menyampaikan bahwa forum tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya pada Desember 2025. Dalam forum tersebut, dibahas tiga agenda strategis utama.
Pertama, akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui skema pembiayaan kreatif dan sinergi pendanaan. Hingga Triwulan I 2026, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang.
Kedua, optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis, termasuk peran PT Jamkrida Jakarta dalam penjaminan proyek dan kredit.
Ketiga, peningkatan produktivitas aset strategis sebagai pendorong investasi dan sumber pendapatan baru, seperti pengembangan properti hotel, hunian mixed-use, fasilitas park and ride, serta infrastruktur pengolahan air limbah dan distribusi pangan.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap BUMD dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.