Asap Vulkanik Semeru Ganggu Visibilitas di Jembatan Gladak Perak

Asap Vulkanik Semeru Ganggu Visibilitas di Jembatan Gladak Perak

Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru memicu banjir lahar disertai fenomena letusan sekunder pada Selasa sore, 17 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi di kawasan Jembatan Besuk Kobokan atau Geladak Perak, Desa Sumberwulu, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kepulan asap tebal membumbung tinggi hingga menutupi jalur lintas selatan yang menghubungkan Lumajang dan Malang. Fenomena ini terjadi akibat pertemuan antara banjir lahar dengan endapan material vulkanik sisa erupsi yang masih bersuhu tinggi di aliran Sungai Leprak, tepat di bawah jembatan.

Material panas yang tergerus air memicu reaksi uap panas pekat yang menyerupai ledakan atau letusan sekunder.

Getaran Lahar Terekam Seismograf

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat getaran banjir lahar terekam di seismograf dengan amplitudo maksimal mencapai 30 mm. Hal ini menunjukkan intensitas aliran lahar yang cukup kuat akibat curah hujan tinggi di kawasan puncak.

Banjir lahar Gunung Semeru 17 Februari 2026 ini menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik tidak hanya dipicu erupsi, tetapi juga dapat terjadi akibat hujan deras yang membawa material vulkanik turun melalui aliran sungai.

Pengendara Motor Sempat Panik

Tebalnya asap yang naik hingga ke badan jembatan sempat membuat panik para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Banyak pengendara memilih berhenti karena jarak pandang terbatas dan khawatir terjadi awan panas guguran.

Salah seorang pengguna jalan, Arif, mengaku terkejut saat melihat kepulan asap tebal tersebut. Ia sempat mengira terjadi lahar susulan atau awan panas sebelum mengetahui bahwa itu merupakan letusan sekunder akibat banjir lahar.

Relawan di lokasi, Winarno, mengonfirmasi bahwa banjir lahar kali ini cukup besar hingga asap sekunder mencapai ketinggian jembatan Geladak Perak.

Jalur Lumajang–Malang Tetap Dibuka

Meski terjadi kepulan asap tebal, jalur vital Lumajang–Malang tetap dibuka untuk lalu lintas. Petugas dan relawan bersiaga di lokasi untuk memastikan keamanan pengguna jalan.

Masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai dan sekitar aliran lahar, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengendara motor juga diminta menggunakan masker saat melintas karena uap panas dari letusan sekunder berpotensi membahayakan pernapasan.

Peristiwa banjir lahar Gunung Semeru 17 Februari 2026 ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan saat musim hujan, terutama di kawasan sekitar gunung api aktif.

Dikutip dari metrotvnews.com