Presiden Tegaskan Komitmen Perlindungan Gajah Sumatra Saat Bertemu Raja Inggris

Presiden Tegaskan Komitmen Perlindungan Gajah Sumatra Saat Bertemu Raja Inggris

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam melindungi satwa liar, khususnya gajah Sumatra yang berstatus kritis, melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Provinsi Aceh.

Raja Antoni menyampaikan bahwa komitmen tersebut berawal dari dialog Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Raja Inggris pada November 2024, yang menghasilkan kesepakatan penyediaan lahan konservasi seluas 20.000 hektare. Komitmen itu kemudian diperluas menjadi 90.000 hektare pada Agustus 2025.

PECI dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor yang mengintegrasikan pendekatan konservasi, pengelolaan lanskap, serta pemberdayaan masyarakat. Menurut Raja Antoni, program ini diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.

Selain PECI di Aceh, pemerintah juga menjalankan proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung. Proyek tersebut bertujuan memobilisasi sumber pendanaan baru ke dalam sistem taman nasional, termasuk pengembangan proyek offset karbon pertama di taman nasional Indonesia yang terbuka bagi Pasar Karbon Sukarela.

Raja Antoni menjelaskan, saat ini pemerintah tengah membangun fondasi agar Way Kambas dapat berpartisipasi dalam skema Voluntary Carbon Market. Langkah ini diharapkan mampu mendukung pembiayaan konservasi secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mempercepat pembiayaan berkelanjutan bagi 57 Taman Nasional di Indonesia. Salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Taman Nasional yang diketuai oleh Utusan Khusus Presiden. Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis serta mengoordinasikan pelaksanaan strategi dan kerangka investasi pembiayaan taman nasional.

Forum internasional tersebut turut dihadiri Minister for Indo Pacific Seema Malhotra, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.

Dikutip dari metrotvnews.com