Punuk Leher Bisa Dipengaruhi Banyak Faktor, Bukan Hanya Bantal

Punuk Leher Bisa Dipengaruhi Banyak Faktor, Bukan Hanya Bantal

Masalah punuk leher kerap dikaitkan dengan posisi tidur serta pemakaian bantal, namun kondisi ini tidak selalu dipicu oleh faktor tersebut. Punuk leher kini semakin banyak dialami, terutama pada generasi dengan gaya hidup sedentari atau kurang bergerak.

Menurut laporan Hindustan Times, Jumat (9/1), punuk leher merupakan tonjolan kecil yang terbentuk akibat penumpukan jaringan lemak di area antara leher dan punggung atas. Banyak orang mengaitkan kondisi ini dengan kebiasaan tidur, sehingga tidur tanpa bantal kerap dianggap sebagai solusi.

Dokter spesialis Anestesiologi dan Manajemen Nyeri Intervensional yang berbasis di Maryland, Dr. Kunal Sood, menjelaskan bahwa bantal bukan satu-satunya penyebab punuk leher. Karena itu, sekadar menghilangkan bantal saat tidur belum tentu menyelesaikan masalah.

Menurut Dr. Sood, benjolan di pangkal leher merupakan hasil dari berbagai faktor, seperti postur tubuh yang buruk, ketidakseimbangan otot, serta gangguan keselarasan tulang belakang, selain kebiasaan tidur.

“Dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan postur kepala maju ke depan, di mana kepala berada di depan bahu dalam waktu lama sepanjang hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantal tetap memiliki peran penting, namun tidak selalu seperti yang dibayangkan banyak orang. Bantal yang terlalu tebal dapat mendorong kepala ke posisi fleksi, sementara bantal yang terlalu tipis atau tidak digunakan sama sekali bisa membuat leher jatuh ke posisi ekstensi.

Kedua kondisi tersebut dapat mengganggu lengkungan alami tulang belakang leher dan meningkatkan ketegangan pada area leher serta punggung atas sepanjang malam. Karena itu, tidak ada satu ukuran atau jenis bantal yang cocok untuk semua orang.

“Tujuannya bukan tidur tanpa bantal. Tujuannya adalah keselarasan netral. Kepala, leher, dan tulang belakang harus berada dalam satu garis lurus yang didukung, baik saat tidur telentang maupun miring. Bantal yang tepat adalah yang menjaga leher tetap sejajar,” jelas Dr. Sood.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya mengurangi punuk leher sebaiknya difokuskan pada kebiasaan sehari-hari, bukan hanya mengandalkan posisi tidur. Beberapa kebiasaan yang disarankan antara lain membatasi waktu menunduk saat menatap layar, memperkuat otot punggung bagian atas, melakukan peregangan otot dada dan leher, serta mengatur posisi kerja agar sejajar dengan pandangan mata.

Menurutnya, perubahan gaya hidup dan perbaikan postur tubuh secara konsisten akan memberikan dampak yang lebih signifikan dalam mencegah dan mengurangi punuk leher.

Dikutip dari antaranews.com