Banjir bandang disertai tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Bencana tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia berdasarkan data sementara.
Material batu, tanah, dan kayu yang terbawa arus banjir bandang menghantam permukiman warga hingga menyebabkan kerusakan parah. Sejumlah rumah dilaporkan rusak berat dan enam unit rumah dinyatakan hilang terseret arus.
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum dan perkantoran turut terdampak. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan adalah Markas Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sitaro. Banjir bandang juga menyebabkan pemadaman aliran listrik di beberapa wilayah terdampak.
Proses Evakuasi dan Penanganan Darurat
Tim Basarnas saat ini terus melakukan upaya penanganan darurat di lokasi bencana. Untuk mempercepat pemetaan wilayah terdampak, Basarnas menerbangkan drone guna memperoleh gambaran kondisi lapangan dari udara.
Tim SAR gabungan masih melakukan orientasi medan serta membuka akses menuju wilayah-wilayah yang terisolasi akibat tertutup material longsor dan banjir bandang. Upaya pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan seiring dengan proses pendataan lanjutan di lapangan.
Dikutip dari metrotvnews.com