Partai Demokrat membantah berbagai misinformasi yang belakangan beredar dan menyangkut Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Isu tersebut mulai dari rumor kondisi kesehatan hingga tuduhan keterlibatan SBY dalam isu pemalsuan ijazah Presiden ketujuh RI, Joko Widodo.
Kepala Badan Komunikasi Strategis sekaligus Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa seluruh isu tersebut tidak benar.
“Belakangan juga muncul misinformasi terhadap Pak SBY. Mulai dari rumor terkait kondisi kesehatan beliau, hingga beliau dituduh terlibat dalam isu pemalsuan ijazah Pak Jokowi. Isu-isu tersebut tidak benar,” ujar Herzaky dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).
Soroti Pengalihan Isu di Tengah Bencana
Herzaky menyayangkan munculnya isu-isu politik yang dinilai tidak berdasar dan justru mengalihkan perhatian publik dari persoalan yang lebih mendesak, khususnya penanganan bencana di berbagai daerah.
“Sangat disayangkan, perhatian kita hari-hari ini malah berusaha dialihkan ke isu-isu politik yang tidak berdasar. Padahal, seharusnya, energi, waktu, sumber daya yang kita miliki, kita gunakan semaksimal mungkin untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkannya di daerah bencana,” katanya.
Imbauan Tanggung Jawab Informasi
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya. Herzaky juga menekankan pentingnya mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Mari kita bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama mengutamakan kemanusiaan,” ujarnya.
Menurut Herzaky, fokus utama saat ini seharusnya diarahkan pada para korban bencana yang membutuhkan perhatian dan bantuan nyata dari seluruh pihak.
“Saat ini, yang paling membutuhkan perhatian adalah para korban. Mari kita fokus pada mereka,” pungkasnya.
Dikutip dari beritanasional.com