Anggota DPR RI Dapil Aceh II, Ruslan M Daud, membantah klaim pemerintah bahwa pemulihan listrik di wilayah terdampak banjir dan longsor telah mencapai 97 persen. Ia menegaskan, kondisi di lapangan masih jauh dari normal karena banyak daerah yang hingga saat ini belum tersambung listrik.
“Pemadaman berkepanjangan membuat masyarakat makin kesulitan di tengah situasi pascabencana. Kami mendesak pemerintah, khususnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, benar-benar mempercepat pemulihan listrik,” ujar Ruslan, dilansir dari dpr.go.id, Rabu (10/12/2025).
Ruslan menambahkan, ketidakstabilan listrik menghambat pemulihan pascabencana dan membebani masyarakat. Layanan publik seperti administrasi, fasilitas kesehatan, distribusi logistik, serta akses komunikasi terganggu. Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terpaksa menggunakan genset dengan biaya tinggi agar aktivitas mereka tetap berjalan.
Selain itu, pemadaman listrik berdampak pada akses air bersih karena pompa air tidak beroperasi, dan sejumlah SPBU belum dapat berfungsi optimal. Proses evakuasi warga terdampak juga terhambat akibat minimnya penerangan dan gangguan komunikasi, sehingga distribusi bantuan menjadi lambat.
“Percepatan pemulihan listrik adalah kebutuhan mendesak yang berkaitan dengan keselamatan warga, kelancaran evakuasi, pemulihan ekonomi, serta stabilitas sosial di wilayah terdampak,” tegas Ruslan.
Dikutip dari kompas.com