Harga minyak dunia tercatat turun tipis di perdagangan Asia pada Senin (24/11/2025), setelah mengalami penurunan mingguan tajam sekitar 3 persen. Penurunan ini dipicu pasar yang mempertimbangkan prospek kesepakatan damai Ukraina dan sanksi baru AS terhadap ekspor minyak Rusia.
Mengutip Investing.com, minyak mentah Brent berjangka untuk Januari turun 0,2 persen menjadi USD62,45 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 0,3 persen menjadi USD57,91 per barel. Kedua kontrak merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan Jumat lalu, mencapai titik terendah dalam satu bulan dan menyebabkan penurunan mingguan hampir 3 persen.
Prospek Kesepakatan Damai Ukraina
Amerika Serikat dan Ukraina telah menyepakati kerangka kerja perdamaian yang diperbarui terkait konflik dengan Rusia. Draf revisi ini mengubah 28 poin sebelumnya yang dianggap terlalu bersimpati kepada Moskow.
Jika kesepakatan tercapai, hal ini dapat membuka kemungkinan kebangkitan ekspor minyak Rusia, yang berpotensi menambah surplus pasokan global dan menekan harga minyak lebih lanjut.
Dampak Sanksi AS
Di sisi lain, perhatian pasar tetap tertuju pada sanksi baru AS terhadap Rosneft dan Lukoil yang mulai berlaku 21 November. Sanksi ini memutus jalur ekspor utama minyak Rusia dan membatasi transaksi bank serta pembeli global, yang bisa menahan penurunan harga akibat risiko pasokan yang lebih ketat.
Dikutip dari metrotvnews.com