Bank Indonesia meyakini integrasi sistem pembayaran digital QRIS Indonesia dengan JPQR Jepang akan semakin mendorong transaksi perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengatakan integrasi sistem pembayaran QRIS dengan standar pembayaran Jepang JPQR yang telah berlaku sejak 17 Agustus 2025 memungkinkan transaksi digital lintas negara menjadi lebih mudah dan efisien.
Melalui keterangannya di Jakarta, Selasa, Filianingsih mengungkapkan nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dan Jepang telah mencapai 224 triliun yen sepanjang 2025.
“Integrasi sistem QRIS Indonesia dengan JPQR Jepang memungkinkan transaksi merchant secara langsung dan memperhalus arus transaksi digital antarnegara,” ujar Filianingsih.
Penggunaan Local Currency Transaction Terus Didorong
Selain integrasi pembayaran digital, Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam hubungan perdagangan kedua negara.
Menurut Filianingsih, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dapat membantu mengurangi risiko volatilitas nilai tukar sekaligus meningkatkan efisiensi biaya bisnis.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Maria Renata Hutagalung, menilai kemudahan transaksi menjadi faktor penting dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang.
Ia juga menyebut pemanfaatan sistem LCT terus meningkat signifikan, sehingga Jepang kini menjadi mitra LCT terbesar kedua bagi Indonesia.
Jepang Perkuat Investasi di Indonesia
Sementara itu, Executive Vice President Japan External Trade Organization (JETRO), Kenichi Hirano, menegaskan Jepang memandang Indonesia sebagai salah satu mitra ekonomi paling strategis di Asia Tenggara.
Menurut dia, potensi pasar domestik yang besar serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil menjadi daya tarik utama bagi investor Jepang.
Dalam forum Indonesia-Japan Investment Forum 2026, sejumlah perusahaan Jepang juga mengumumkan komitmen investasi melalui Letter of Intent (LoI).
Pongamia Co., Ltd menyatakan komitmen investasi di sektor energi terbarukan melalui pengembangan perkebunan tanaman Pongamia di Indonesia untuk produksi biodiesel dan bioavtur.
Sementara itu, Onoda Inc. berencana melakukan perakitan peralatan gas meter ultrasonik asal Jepang guna mendukung perluasan jaringan gas rumah tangga nasional di Indonesia.
Dengan dukungan integrasi sistem pembayaran digital, penguatan LCT, serta meningkatnya investasi Jepang, hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang diproyeksikan akan terus tumbuh positif dalam beberapa tahun mendatang.