Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat ekosistem pertanian nasional melalui program Perintis Berdaya dengan menggandeng Bayer Indonesia.
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui sinergi antara program Perintis Berdaya dan inisiatif Better Life Farming (BLF) milik Bayer untuk mendukung kemandirian petani kecil di Indonesia.
“Sedari awal, program Perintis Berdaya hadir bukan untuk membuat program baru dari nol, tapi untuk menjahit inisiatif-inisiatif baik,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, dikutip dari Media Indonesia, Selasa 26 Mei 2026.
Kolaborasi Fokus pada Pemberdayaan Petani
Leontinus menjelaskan kerja sama dengan Bayer bertujuan memperluas dan mereplikasi pendekatan pemberdayaan petani berbasis ekosistem.
“Seperti Better Life Farming agar bisa diperluas dan direplikasi. Pendekatannya pemberdayaan, bukan bantuan, tujuannya petani mandiri, punya daya tawar, dan tidak bergantung,” ujarnya.
Sinergi nasional tersebut diawali dengan kunjungan lapangan dan dialog multipihak di Better Life Farming Center (BLFC) Mojokerto, Jawa Timur, pada 22 Mei 2026.
Kolaborasi ini memadukan teknologi pertanian inovatif, akses pembiayaan formal, pendampingan agronomi, hingga kepastian pasar hasil panen.
Sistem Pertanian Terintegrasi dari Hulu ke Hilir
Kemenko PM menilai kemandirian petani hanya dapat dicapai melalui ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan sektor swasta dan lembaga pembiayaan untuk memperkuat ekonomi pedesaan.
Program Better Life Farming sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 2020 dan kini memiliki 590 unit Better Life Farming Center yang tersebar di 13 provinsi.
Menariknya, sekitar 20 persen unit BLFC dikelola oleh perempuan tani.
Melalui jaringan kios cerdas tersebut, Bayer menerapkan sistem closed-loop farming yang menghubungkan:
- Penyediaan benih unggul
- Teknologi budidaya
- Pendampingan agronomi
- Akses asuransi
- Pembiayaan
- Kepastian penyerapan hasil panen oleh offtaker
Produktivitas dan Pendapatan Petani Meningkat
Berdasarkan data internal Bayer, implementasi model Better Life Farming berhasil meningkatkan pendapatan kios pertanian BLFC hingga 34 persen.
Selain itu, produktivitas komoditas petani binaan meningkat sekitar 15 hingga 25 persen.
Aditia Rusmawan selaku Bayer Crop Science Agriculture Affairs & LTO Lead Indonesia optimistis dukungan kebijakan pemerintah akan mempercepat perluasan model tersebut ke berbagai daerah.
“Inisiatif kemitraan nasional BLF dan Perintis Berdaya diharapkan akan mempercepat transformasi pertanian di pedesaan di seluruh Indonesia,” kata Aditia.
Petani Akui Omzet Naik Empat Kali Lipat
Salah satu petani binaan, Imam Baihaqi dari Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, mengaku merasakan dampak langsung dari program tersebut.
Menurut Imam, tantangan utama petani selama ini adalah ketidakpastian modal, budidaya, hingga pemasaran hasil panen.
“Melalui ekosistem BLF, kami mendapatkan pendampingan menyeluruh dari hulu ke hilir termasuk akses pembiayaan dan pasar. Dampaknya sangat nyata, omzet kios BLFC saya meningkat empat kali lipat,” ungkapnya.