Daftar Saham Potensial untuk Dikoleksi pada Perdagangan Hari Ini

Daftar Saham Potensial untuk Dikoleksi pada Perdagangan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa, 28 April 2026, mengalami tekanan dan bergerak di zona merah. Pada awal sesi, IHSG berada di posisi 7.128,466, namun hingga pukul 10.30 WIB indeks turun sebesar 51,963 poin atau 0,73 persen ke level 7.054,557.

Pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas setelah sempat menguat di awal perdagangan sebelum akhirnya berbalik arah. Tekanan jual mendominasi pasar dengan 386 saham tercatat melemah, sementara 256 saham menguat dan 168 saham stagnan.

Nilai transaksi hingga pertengahan sesi mencapai Rp5,606 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 12,392 miliar saham. Kondisi ini mencerminkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meskipun arah pergerakan indeks cenderung negatif.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebutkan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan koreksi setelah gagal menembus level resistance di 7.250. Ia memperkirakan pergerakan IHSG akan berada pada rentang support 6.900–7.000 dan resistance di kisaran 7.200–7.250.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG juga ditutup melemah 0,32 persen dengan tekanan jual asing mencapai Rp2,01 triliun. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, dan ASII menjadi kontributor utama aksi jual investor asing.

Sementara itu, pasar global memberikan sentimen yang beragam. Indeks saham di Wall Street mayoritas mencatatkan penguatan, meskipun dibatasi oleh ketidakpastian geopolitik terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta ketegangan di Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham juga cenderung bervariasi. Beberapa indeks utama seperti Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan mencatatkan penguatan, sementara indeks lain seperti Hang Seng Hong Kong dan Straits Times Singapura mengalami pelemahan.

Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, analis merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pilihan trading jangka pendek, di antaranya KIJA, HRTA, UNTR, ADRO, SSIA, dan INDY dengan strategi buy on weakness maupun speculative buy sesuai level teknikal masing-masing.

Pelaku pasar diimbau tetap mencermati dinamika global dan domestik yang dapat mempengaruhi pergerakan indeks. Dengan volatilitas yang masih tinggi, keputusan investasi perlu dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan manajemen risiko secara optimal.