Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026, meskipun sempat menunjukkan penguatan pada awal sesi perdagangan.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG menguat 65,612 poin atau 1,12 persen ke level 5.949,493 setelah dibuka di zona merah pada level 5.873,070. Sepanjang sesi pagi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.954 dan terendah 5.864.
Meski demikian, BNI Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih cukup besar setelah indeks mengalami koreksi tajam sebesar 3,56 persen pada perdagangan sebelumnya dan kembali turun di bawah level psikologis 6.000.
Dalam riset hariannya, Retail Research Analyst BNI Sekuritas Muhammad Lutfi Permana menyebutkan bahwa sentimen negatif masih datang dari pasar global, terutama akibat berlanjutnya aksi jual pada saham-saham sektor semikonduktor di Amerika Serikat.
Pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026, indeks Nasdaq Composite turun 0,43 persen dan S&P 500 melemah 0,10 persen. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat 0,35 persen.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa cenderung bervariasi. Indeks Kospi Korea Selatan mencatat penguatan signifikan sebesar 3,26 persen, sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,88 persen. Hang Seng Hong Kong naik 0,33 persen, sedangkan Taiex Taiwan melemah 2,24 persen.
IHSG sendiri pada perdagangan sebelumnya ditutup merosot 3,56 persen ke level 5.883,88. Koreksi tersebut disertai aksi jual bersih investor asing (net sell) mencapai Rp1,17 triliun. Saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BBRI, TPIA, AMMN, BMRI, dan BUMI.
BNI Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dengan level support di kisaran 5.845 hingga 5.750, sementara level resistance berada pada area 6.010 hingga 6.070.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor melalui strategi speculative buy, yaitu MYOR, AADI, TLKM, KLBF, BFIN, dan UNVR.
Saham MYOR direkomendasikan pada area beli Rp1.840-Rp1.850 dengan target Rp1.885-Rp1.910. AADI berada pada area beli Rp7.900-Rp7.950 dengan target Rp8.125-Rp8.200.
Sementara itu, TLKM direkomendasikan pada area Rp2.480-Rp2.500 dengan target Rp2.540-Rp2.570. Untuk KLBF, area beli berada di Rp755-Rp765 dengan target Rp780-Rp790.
Adapun BFIN direkomendasikan pada area Rp710-Rp715 dengan target Rp725-Rp735, sedangkan UNVR berada di area beli Rp1.675-Rp1.685 dengan target Rp1.710-Rp1.735.
Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan sentimen global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arus dana asing yang masih menjadi faktor utama penentu arah IHSG dalam jangka pendek.