Proyeksi Pasar Komoditas: Harga Minyak WTI Diramal Merosot Hingga USD96/Barel

Proyeksi Pasar Komoditas: Harga Minyak WTI Diramal Merosot Hingga USD96/Barel

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kembali bergerak volatil pada perdagangan Rabu, 30 September 2026. Pergerakan harga terombang-ambing di antara sentimen risiko gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran dan potensi koreksi teknikal.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan WTI pada timeframe harian masih dibayangi potensi pelemahan setelah harga belum mampu ditutup di atas zona supply penting pada kisaran USD96,50–USD99,06 per barel.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa kegagalan menembus area supply tersebut mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi pasar, sehingga memicu pembentukan pola ABC Correction.

“Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, peluang pelemahan menuju support USD88,67–USD86,61 masih terbuka,” terang Geraldo dalam analisis harian, Rabu (30/9/2026).

Dinamika Geopolitik dan Bantahan Trump

Dari sisi fundamental, harga minyak WTI hari ini sempat menguat terbatas sekitar 0,4 persen ke posisi USD89,72 per barel, sementara minyak Brent menguat 1,1 persen ke level USD103,73 per barel.

Apresiasi harga minyak dipicu oleh kabar bantahan Presiden AS Donald Trump mengenai rencana pelonggaran sanksi terhadap Iran. Ketidakpastian proses negosiasi kedua negara serta keamanan navigasi di Selat Hormuz terus memelihara kecemasan pasar terhadap risiko krisis pasokan energi global.

Pemulihan Ekspor Timur Tengah dan Lonjakan Stok AS

Meski risiko geopolitik masih tinggi, penguatan harga minyak tertahan oleh dua faktor utama pemberat pasar:

  • Pemulihan Ekspor Regional: Aktivitas pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah mulai merangkak naik, menyusul beroperasinya kembali pipa East-West Pipeline di Arab Saudi menuju pelabuhan Laut Merah. Laporan menunjukkan volume ekspor minyak regional mencapai rekor tertinggi sejak Februari.
  • Lonjakan Persediaan Minyak AS: Data mingguan dari American Petroleum Institute (API) mencatat adanya kenaikan stok minyak mentah dan bensin di AS. Pelaku pasar kini bersiap menantikan rilis data persediaan resmi dari Energy Information Administration (EIA).

Geraldo menyimpulkan bahwa arah pergerakan harga minyak WTI dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada konfirmasi data stok EIA, eskalasi diplomasi AS-Iran, serta ketahanan area support USD88,67–USD86,61 per barel jika pola koreksi berlanjut.