Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Melonjak ke USD99 per Barel

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Melonjak ke USD99 per Barel

Harga minyak menguat pada perdagangan Selasa (8/9/2026), dengan harga Brent sempat menembus USD99 per barel. Kenaikan terjadi di tengah eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

Mengutip Investing, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman November naik 1,8 persen menjadi USD98,79 per barel. Sementara itu, kontrak WTI AS untuk pengiriman Oktober meningkat 2,7 persen menjadi USD94 per barel. Keduanya melanjutkan penguatan setelah masing-masing melonjak 9,3 persen dan 9,7 persen pada pekan sebelumnya.

Ketegangan AS-Iran turut mengganggu arus minyak melalui Selat Hormuz. Serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut serta ancaman Iran untuk memperluas respons meningkatkan risiko terhadap jalur perdagangan minyak utama dunia. Laporan serangan drone dan rudal terhadap kilang Jazan milik Saudi Aramco juga menambah kekhawatiran terhadap pasokan dan ketersediaan produk olahan minyak.

Menurut TankerTrackers.com, ekspor minyak mentah dari Timur Tengah pada Agustus turun 39 persen dibandingkan rata-rata dasar Januari dan Februari sebesar 18,5 juta barel per hari. Di Amerika Serikat, harga rata-rata nasional diesel juga mencapai USD5,90 per galon pada Selasa, menjadi rekor baru menurut data GasBuddy.

Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga Brent dan WTI untuk Desember 2026 masing-masing menjadi USD85 dan USD80 per barel. Untuk 2027, proyeksi berada di level USD80 dan USD75 per barel karena gangguan pelayaran di Timur Tengah diperkirakan berlanjut.

Di sisi lain, cadangan minyak mentah dalam Strategic Petroleum Reserve (SPR) Amerika Serikat turun 1,2 juta barel pada pekan 4 September menjadi 285,4 juta barel. Posisi tersebut merupakan level terendah sejak November 1982.