Nama Alysa Liu menjadi sorotan dunia setelah sukses meraih dua medali emas di Olimpiade Musim Dingin 2026. Atlet figure skating asal Amerika Serikat itu tampil gemilang di nomor tim dan tunggal putri, sekaligus menandai momen kebangkitannya di panggung internasional.
Alysa lahir pada 8 Agustus 2005 di Clovis, California, dan tumbuh besar di Oakland serta Richmond, California. Sejak usia dini, ia sudah dikenal sebagai talenta luar biasa di dunia figure skating Amerika Serikat.
Bakat Sejak Usia Dini
Alysa mulai mengenal figure skating saat berusia lima tahun. Sosok ayahnya, Arthur Liu, menjadi pendorong utama setelah terinspirasi oleh legenda skating AS seperti Michelle Kwan dan Kristi Yamaguchi.
Melihat karakter Alysa yang enerjik dan ceria, sang ayah menilai olahraga tersebut cocok untuk putrinya. Dari level rekreatif, Alysa berkembang cepat hingga masuk jalur kompetitif.
Pada 2019, ia mencatat sejarah sebagai salah satu juara nasional termuda Amerika Serikat. Bahkan saat itu ia disebut masih terlalu muda untuk bersaing di level junior dunia. Di usia 13 tahun, Alysa sudah mampu mengeksekusi teknik sulit seperti Quad Lutz dan Triple Axel dalam kompetisi resmi—sebuah pencapaian langka bagi atlet seusianya.
Bersama pelatihnya, Laura Lipetsky, Alysa terus mengasah kemampuan teknik dan artistiknya hingga akhirnya menembus kejuaraan dunia senior.
Sempat Pensiun Dini
Sebelum Olimpiade 2026, Alysa lebih dulu tampil di Olimpiade Beijing 2022 dan meraih medali perunggu—prestasi impresif bagi atlet muda. Namun hanya seminggu setelah pencapaian tersebut, ia mengejutkan publik dengan keputusan pensiun dini di usia 16 tahun.
Saat itu, Alysa menyatakan ingin fokus pada pendidikan dan menjalani kehidupan remaja seperti kebanyakan teman seusianya. Keputusan tersebut sempat dianggap sebagai akhir dari karier gemilangnya di atas es.
Comeback Spektakuler di Milano Cortina 2026
Tak disangka, Alysa kembali ke arena kompetisi di Olimpiade Musim Dingin 2026. Laporan menyebutkan, keinginannya untuk kembali bertanding muncul setelah ia mencoba bermain ski saat berlibur, yang membangkitkan kembali kecintaannya pada olahraga musim dingin.
Di Olimpiade Milano Cortina 2026, Alysa tampil luar biasa. Ia mengeksekusi kombinasi teknik Triple Lutz–Triple Loop serta tujuh kali Triple Jump tanpa kesalahan. Eksekusi bersih dan presisi teknik yang tinggi membuatnya meraih nilai tertinggi dibandingkan para pesaingnya.
Kembalinya Alysa ke panggung Olimpiade pun terasa semakin istimewa dengan raihan dua medali emas—sebuah penebusan sempurna atas keputusannya pensiun dini beberapa tahun sebelumnya.
Gaya Personal dan Rencana Masa Depan
Selain prestasi olahraga, Alysa juga dikenal karena gaya personalnya yang berani, seperti rambut belang-belang dan tindik bibir. Penampilannya yang unik mencerminkan karakter kuat dan autentik sebagai atlet generasi baru.
Selepas kemenangan di Olimpiade 2026, Alysa mengungkapkan rencana untuk menyeimbangkan kehidupan sebagai atlet dan individu kreatif. Ia tertarik mengembangkan proyek-proyek kreatif sambil tetap menjaga peluang kembali berkompetisi di masa depan.
Dikutip dari RRI.co.id