Harga Minyak Dunia Turun, Dolar AS Ikut Terkoreksi

Harga Minyak Dunia Turun, Dolar AS Ikut Terkoreksi

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat seiring meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak terkoreksi. Pelaku pasar juga terus mencermati risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang memperlihatkan masih adanya perbedaan pandangan di kalangan pembuat kebijakan terkait arah suku bunga.

Mengutip Investing.com, Jumat (10/7/2026), indeks dolar AS yang mengukur pergerakan mata uang Negeri Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia turun tipis ke level 100,96.

Di pasar valuta asing, euro menguat ke level USD1,1434 dari sebelumnya USD1,1426. Poundsterling Inggris juga naik menjadi USD1,3416 dari USD1,3400 pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap yen Jepang menjadi 162,34 yen dari 162,48 yen. Mata uang AS juga turun terhadap franc Swiss menjadi 0,8066 franc Swiss dari 0,8076 franc Swiss.

Di sisi lain, dolar AS sedikit melemah terhadap dolar Kanada menjadi 1,4167 dolar Kanada dari 1,4169 dolar Kanada. Terhadap krona Swedia, dolar turun menjadi 9,6602 dari 9,6903.

Risalah The Fed Tunjukkan Perbedaan Pandangan

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16–17 Juni mengungkapkan sejumlah pejabat The Fed menilai terdapat alasan untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski demikian, seluruh peserta rapat akhirnya sepakat mempertahankan suku bunga acuan. Proyeksi terbaru The Fed juga masih menunjukkan kecenderungan kebijakan moneter yang ketat karena adanya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Sebagian besar peserta rapat meyakini inflasi secara bertahap dapat kembali menuju target 2 persen. Namun, sebagian lainnya menilai inflasi berpotensi bertahan tinggi akibat kuatnya permintaan yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (AI), konflik Iran, serta dampak kebijakan tarif.

Kepala Ekonom AS JPMorgan, Michael Feroli, menilai isi risalah tersebut tidak memberikan kejutan berarti bagi pelaku pasar.

Menurutnya, meskipun terdapat sejumlah pejabat yang mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga, seluruh anggota FOMC tetap memilih mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni.

Harga Minyak Turun, Kekhawatiran Inflasi Mereda

Perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi pergerakan harga minyak dunia.

Harga minyak sempat melonjak akibat meningkatnya ketegangan setelah militer AS melancarkan serangan terhadap sekitar 170 target di Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak komersial. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan.

Namun, pada perdagangan Kamis, harga minyak kembali melemah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.

Dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki, Trump mengatakan gencatan senjata sementara antara kedua negara telah berakhir. Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa pemerintah Iran telah menghubungi Amerika Serikat untuk membahas peluang tercapainya kesepakatan baru.

Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah sehingga turut memberikan tekanan terhadap dolar AS dan mengurangi kekhawatiran inflasi global.