Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas menyusul gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia akibat serangan Israel ke markas pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
Doli menyatakan Indonesia perlu bersatu dan memberikan dukungan kepada pemerintah untuk menentukan sikap yang lebih tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan kekerasan serta melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.
Menurut dia, Israel bukan kali pertama melakukan pelanggaran terhadap hukum humaniter. Sepanjang 2025 tercatat lebih dari 8.300 serangan dilakukan Israel ke wilayah Palestina dengan berbagai bentuk pelanggaran, mulai dari genosida, pendudukan ilegal hingga penggunaan kekuatan berlebihan.
Ia menilai berbagai pelanggaran tersebut harus dikutuk keras karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih lagi, serangan tersebut telah menimbulkan korban dari prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia.
Doli juga mengajak Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk serius mendorong pemerintah mengambil langkah yang lebih tegas serta terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam upaya mengakhiri konflik yang terjadi.
Menurutnya, krisis tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi global, tetapi juga telah menimbulkan korban jiwa dari prajurit TNI yang bertugas menjaga perdamaian dunia.
Di sisi lain, Doli juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan kembali keberadaan Indonesia dalam forum Board of Peace. Ia menilai serangan Israel yang merenggut nyawa prajurit TNI menjadi bentuk pengingkaran nyata terhadap nilai perdamaian yang seharusnya dijunjung tinggi dalam forum tersebut.
Selain itu, ia menegaskan bahwa korban serangan tersebut bukan hanya para prajurit yang gugur, tetapi juga berdampak pada masa depan keluarga serta anak-anak mereka.
Karena itu, Doli mendorong negara untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang gugur dalam tugas serta menjamin masa depan keluarga mereka, khususnya terkait pendidikan anak-anak para korban.
Tiga prajurit TNI yang bertugas dalam pasukan perdamaian PBB di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur akibat serangan Israel pada Minggu (29/3) dan Senin (30/3).
Ketiga prajurit tersebut adalah Farizal Rhomadhon berpangkat Praka, Zulmi Aditya Iskandar berpangkat Kapten Infanteri, serta Muhammad Nur Ichwan berpangkat Sersan Satu.