Dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke level terendah dalam lebih dari sebulan pada Rabu (4/11/2026), setelah Partai Demokrat meraih mayoritas di Senat dan DPR dalam pemilu paruh waktu (midterm elections). Mengutip Investing, indeks dolar AS turun 0,3 persen menjadi 101,55 dan sempat menyentuh 101,10, level terendah sejak 30 September. Hasil pemilu tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kebijakan fiskal, perdagangan, serta regulasi investasi teknologi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Pelemahan dolar turut mendorong penguatan sejumlah mata uang utama. Euro naik 0,3 persen ke USD1,1220, sedangkan poundsterling menguat 0,4 persen menjadi USD1,3467. Pelaku pasar juga mencermati data ketenagakerjaan AS dari ADP yang mencatat penambahan 86 ribu lapangan kerja pada Oktober, serta menantikan laporan nonfarm payrolls yang dijadwalkan terbit Jumat. Sementara itu, pasar Inggris menunggu pengumuman kebijakan suku bunga Bank of England.