Arus Banjir di Kendari Seret Bocah hingga Tewas

Arus Banjir di Kendari Seret Bocah hingga Tewas

Banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, selama beberapa hari terakhir menelan korban jiwa. Seorang bocah berusia lima tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir saat bermain di sungai yang meluap di depan rumahnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kendari Cornelius Padang mengatakan korban diduga tidak mampu memperkirakan derasnya arus sungai ketika sedang bermain air.

Korban yang merupakan warga Kelurahan Punggaloba tersebut dilaporkan terseret arus banjir hingga sekitar satu kilometer dan ditemukan di kawasan Teluk Kendari.

Hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari menyebabkan banjir melanda 16 kelurahan di tujuh kecamatan di Kota Kendari sejak Minggu pagi, 10 Mei 2026.

Berdasarkan data BPBD Kota Kendari, banjir berdampak terhadap sedikitnya 657 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.985 jiwa.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi sekitar 50 petak sawah dan sejumlah jalan protokol di Kota Kendari.

Wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di kawasan bantaran Sungai Wanggu. Di lokasi tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai dua meter sehingga memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah daerah bersama petugas penanggulangan bencana terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap warga terdampak banjir di sejumlah titik di Kota Kendari.