Anggota DPR Tekankan Peran AI dalam Penguatan Daya Saing Pariwisata

Anggota DPR Tekankan Peran AI dalam Penguatan Daya Saing Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot menilai adopsi Generative Artificial Intelligence (Gen AI) dalam industri pariwisata nasional tidak lagi dapat diposisikan sebagai pilihan tambahan, melainkan kebutuhan strategis dalam menghadapi perubahan struktur industri pariwisata global.

Menurut Banyu, tren global menunjukkan mayoritas wisatawan kini semakin mengandalkan teknologi berbasis AI dalam menentukan destinasi dan pengalaman wisata yang mereka inginkan.

“Transformasi digital telah menjadikan Gen AI sebagai arsitek utama dalam personalisasi pengalaman wisata, mulai dari perencanaan perjalanan, pemesanan layanan, hingga pengelolaan hubungan dengan wisatawan,” ujar Banyu, dikutip dari keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata. Meski demikian, Banyu menekankan bahwa adopsi Gen AI harus dilakukan secara terukur, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan nasional.

Ia mengingatkan bahwa negara tidak boleh berhenti pada posisi sebagai pasar teknologi semata, melainkan harus memastikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata agar mampu menjadi pengguna aktif, pengelola, hingga inovator teknologi.

“Negara tidak boleh berhenti pada posisi sebagai pasar teknologi, tetapi harus memastikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata agar mampu menjadi pengguna aktif, pengelola, bahkan inovator teknologi,” katanya.

Banyu mendorong Kementerian Pariwisata untuk menyusun peta jalan adopsi Gen AI pada 2026 yang komprehensif. Peta jalan tersebut, menurutnya, perlu mencakup pelatihan dan sertifikasi SDM pariwisata, perlindungan tenaga kerja lokal, serta penguatan etika penggunaan AI.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital seharusnya meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan pariwisata, bukan justru menciptakan ketimpangan baru di sektor tersebut.

Lebih lanjut, Banyu Biru mengingatkan bahwa kualitas pengalaman wisata saat ini sangat dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi digital dan kesadaran terhadap keberlanjutan. Survei Skyscanner pada 2024 mencatat sebanyak 54 persen wisatawan global merasa percaya diri menggunakan AI untuk merencanakan perjalanan mereka pada 2026.

Oleh karena itu, ia menilai pengawasan terhadap implementasi AI agar tetap berpihak pada tenaga kerja lokal menjadi agenda penting yang harus dikawal bersama oleh DPR dan pemerintah.

Komisi VII DPR RI, lanjut Banyu, akan terus mengawal kebijakan transformasi digital pariwisata agar mampu mendorong daya saing industri pariwisata nasional secara inklusif dan berkelanjutan.

Dikutip dari antaranews.com