Level Tertinggi Emas Terpantau, Sentimen Pasar Kini Lebih Dovish

Level Tertinggi Emas Terpantau, Sentimen Pasar Kini Lebih Dovish

Harga emas dunia (XAU/USD) menguat pada awal pekan, mempertahankan momentum bullish di tengah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) semakin dekat dengan keputusan pemangkasan suku bunga. Logam mulia ini kini stabil di rentang tinggi mendekati USD4.240 per troy ounce.

“Sentimen bullish ini banyak didorong pelemahan dolar AS serta perlambatan aktivitas bisnis di Amerika Serikat,” kata Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, Selasa (2/12/2025). Struktur harga emas saat ini menunjukkan dominasi pembeli, dengan pola candlestick dan indikator Moving Average mengonfirmasi tren bullish jangka pendek yang solid.

Andy menambahkan, jika tekanan beli berlanjut, emas berpotensi menembus resistance berikutnya di USD4.324, sementara koreksi sementara kemungkinan akan menuju support di level USD4.208 sebelum potensi kenaikan kembali muncul.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter dovish semakin kuat setelah rilis data PMI Manufaktur AS menunjukkan kontraksi di level 48,2, menandai penurunan aktivitas ekonomi sembilan bulan berturut-turut. Indikator CME FedWatch mencatat probabilitas pemangkasan suku bunga Desember naik hingga 87 persen. Pelemahan imbal hasil aset dolar mendorong permintaan emas sebagai instrumen non-yielding.

Meski demikian, permintaan fisik dari Tiongkok mulai melemah, yang dapat membatasi ruang penguatan harga emas dalam jangka pendek. Dolar AS melemah 0,16 persen ke posisi 99,31, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS naik ke 4,092 persen. Selain faktor ekonomi, rumor politik terkait calon Ketua Federal Reserve berikutnya, Kevin Hassett, menambah ketidakpastian arah kebijakan jangka panjang.

“Dengan kombinasi faktor fundamental, teknikal, dan ekspektasi kebijakan moneter global, prospek harga emas tetap condong positif dalam waktu dekat. Namun volatilitas berpotensi meningkat menjelang rilis data inflasi PCE dan laporan ketenagakerjaan AS,” ujar Andy.

Dikutip dari metrotvnews.com