Pertumbuhan transportasi rel di Indonesia tahun 2025 menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group mencatat 413,8 juta pelanggan hingga Oktober 2025, meningkat 8,15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Capaian ini menjadi bukti bahwa transportasi berbasis rel semakin diminati masyarakat karena efisiensi, ketepatan waktu, dan kenyamanan yang ditawarkan. Menurut Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, setiap perjalanan kereta api memiliki dampak ekonomi signifikan, mulai dari mendukung mobilitas tenaga kerja, meningkatkan sektor pariwisata, hingga mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Dari seluruh layanan, KAI Commuter menjadi tulang punggung utama dengan 329,3 juta pelanggan, disusul kereta jarak jauh dan lokal sebanyak 45,8 juta penumpang. LRT Jabodebek mencatat lonjakan tertinggi kedua sebesar 39,69 persen, sedangkan KAI Wisata menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 57,53 persen.
Tidak ketinggalan, Kereta Cepat Whoosh juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 6,3 persen, dan KA Bandara naik 24,11 persen. Layanan lainnya, seperti LRT Sumatra Selatan dan KA Makassar–Parepare, turut mencatatkan peningkatan signifikan.
Raden Agus Dwinanto Budiadji, EVP of Corporate Secretary KAI, menegaskan bahwa pertumbuhan ini menandakan transportasi rel semakin menjadi tulang punggung pembangunan nasional. KAI akan terus melakukan inovasi agar layanan semakin terintegrasi, ramah lingkungan, dan mendukung ekonomi berkelanjutan di Indonesia.dikutip dari RRI.co.id