Wakil Ketua III DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, mendorong Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk terus mengoptimalkan mutu pendidikan di berbagai sektor, meskipun tengah menghadapi tekanan efisiensi anggaran. Ia menegaskan, kualitas pendidikan harus tetap menjadi prioritas, termasuk di sekolah-sekolah yang terdampak langsung seperti SMP Negeri 1 Kota Cirebon.
“Antara DPRD dan Pak Gubernur sepakat bahwa bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat diperlukan, terutama untuk sekolah-sekolah seperti SMP Negeri 1 Kota Cirebon,” ujar Ono kepada awak media, Senin (3/11/2025).
Selain TIK, Ono juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter yang berbasis budaya, agama, dan ideologi Pancasila. Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan budi pekerti dan etika peserta didik.
“Jawa Barat punya program pendidikan dengan tagline Gapura Panca Waluya. Salah satu pilarnya adalah pendidikan karakter, dan itu harus dirumuskan dengan baik,” tegas politisi asal Indramayu tersebut.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi sorotan nasional akibat sejumlah kasus keracunan, Ono meminta pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menyebut wilayah Cirebon dan Kabupaten Bandung Barat sebagai contoh daerah yang terdampak.
“Dari proses memasak, distribusi, penyajian, hingga penentuan menu, semuanya harus dievaluasi secara mendalam,” tuturnya.
Ono juga menekankan pentingnya pelibatan pemerintah daerah dalam proses mitigasi, bukan hanya saat terjadi insiden. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak awal agar risiko keracunan bisa diminimalisir.
Menanggapi isu efisiensi anggaran, Ono mendukung kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis untuk mengurangi biaya operasional seperti listrik dan konsumsi.
“Gaji pokok dan tunjangan kinerja ASN sudah diatur dan menjadi kewenangan daerah masing-masing. Yang penting, kualitas kerja tetap terjaga,” pungkasnya. Dikutip dari RRI.co.id