Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat peristiwa banjir terjadi di wilayah Kabupaten Banjar, pada Senin, 6 April 2026. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 130 sentimeter.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir terjadi di Desa Tanah Abang.
“Kejadian banjir dilaporkan terjadi di Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin, 6 April pukul 13.00 Wita,” ujar Abdul dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu, 8 April 2026.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar, banjir tersebut berdampak pada 74 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa.
Banjir Berangsur Surut
Abdul menjelaskan bahwa kondisi banjir di wilayah tersebut telah berangsur surut pada Selasa, 7 April 2026. Meski demikian, petugas masih terus melakukan pemantauan di lokasi.
“Petugas terus memantau situasi daerah itu,” kata Abdul.
Ia menambahkan bahwa wilayah Desa Tanah Abang memiliki dataran yang lebih rendah dibandingkan desa lain di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut berpotensi kembali tergenang jika terjadi hujan deras atau limpasan air dari wilayah lain.
Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang sering terjadi pada masa peralihan musim hujan ke kemarau.
Beberapa potensi bencana yang dapat terjadi antara lain angin kencang, hujan dengan intensitas tinggi, puting beliung, banjir, serta gelombang laut tinggi.
Selain itu, BNPB juga mengingatkan adanya potensi bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, masyarakat diimbau menyiapkan tas siaga bencana dan menyusun rencana darurat bagi keluarga.
Warga yang tinggal di bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air. Apabila terjadi hujan deras dengan durasi lama, masyarakat disarankan melakukan evakuasi mandiri serta terus mengikuti informasi dari sumber resmi seperti BNPB, BPBD, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Dikutip dari metrotvnews.com