Kementerian Transmigrasi secara resmi menutup program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) pada Senin, 23 Desember 2025. Program strategis ini menjadi salah satu pijakan penting pemerintah dalam merumuskan kebijakan transmigrasi berbasis riset untuk mewujudkan visi transmigrasi 5.0.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman menegaskan bahwa seluruh hasil riset yang dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot akan ditindaklanjuti dan dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan pemerintah ke depan. Ia menilai program ini berhasil memberikan gambaran utuh mengenai potensi ekonomi kawasan transmigrasi di Indonesia.
Riset Mahasiswa Petakan Potensi Kawasan Transmigrasi
Tim Ekspedisi Patriot merupakan program Kementerian Transmigrasi yang melibatkan mahasiswa dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Tim ini ditugaskan melakukan riset lapangan serta pemetaan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Selama pelaksanaan program, TEP tinggal dan bekerja langsung di 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai wilayah. Dari hasil penelitian tersebut, tim menyimpulkan bahwa Indonesia pada dasarnya tidak pernah kekurangan potensi ekonomi, khususnya di wilayah transmigrasi yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Hasil Kajian Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman menegaskan bahwa hasil kajian Tim Ekspedisi Patriot akan digunakan sebagai landasan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
“Kita sudah menghitung jika lahan ini diberdayakan, infrastrukturnya dilengkapi, maka seberapa besar nanti peningkatan produktivitasnya, seberapa besar lapangan kerja akan terbuka, seberapa besar dunia usaha akan masuk dan melakukan investasi di dalamnya,” ujar Iftitah, dikutip dari Headline Metro TV, Kamis, 25 Desember 2025.
Ia menambahkan, data dan rekomendasi yang dihasilkan TEP akan menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam merancang program transmigrasi yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan ekonomi nasional.
Melalui pendekatan transmigrasi 5.0, pemerintah berharap kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi daerah pemukiman baru, tetapi juga mampu berkembang menjadi pusat produksi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Dikutip dari metrotvnews.com