Repatriasi Fosil Indonesia Jadi Perhatian Pemerintah Sejak Awal Kemerdekaan

Repatriasi Fosil Indonesia Jadi Perhatian Pemerintah Sejak Awal Kemerdekaan

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan bahwa upaya repatriasi koleksi fosil Indonesia telah dilakukan sejak lama, bahkan sejak awal kemerdekaan. Hingga kini, sekitar 2.000 item fosil berhasil dipulangkan ke Tanah Air, dengan repatriasi terbaru menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Fadli menyebut momentum ini sebagai tonggak penting dalam sejarah pemulangan benda budaya Indonesia. Meski proses repatriasi telah berlangsung puluhan tahun, dari sisi jumlah, pemulangan kali ini dinilai paling signifikan.

“Secara jumlah inilah yang terbesar dalam sejarah. Saya kira ini adalah sejarah repatriasi yang ada di dunia yang terbesar, sebelumnya tidak pernah ada,” kata Fadli Zon usai menghadiri Pembukaan Pameran Fosil Koleksi Eugene Dubois di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).

Menurut politikus Partai Gerindra tersebut, proses repatriasi fosil Indonesia juga menjadi perhatian publik internasional. Ia menilai kerja sama antara Indonesia dan Belanda dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam upaya pemulangan benda budaya ke negara asalnya.

Fadli menjelaskan, repatriasi dilakukan melalui dialog intensif serta penelitian bersama antara peneliti Indonesia dan Belanda, khususnya dalam menelusuri sejarah dan asal-usul koleksi fosil.

“Jadi ada yang namanya provenance research dan provenance research inilah yang menjadi dasar kemudian untuk dikembalikan. Dan tentu saja waktu itu ada tim yang bertemu, saya juga bertemu dengan Menteri Kebudayaan Belanda pada bulan Juni dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Naturalis Biodiversity Center Leiden, Marcel Beukeboom, menyampaikan rasa bahagianya atas kepulangan fosil-fosil Indonesia dari Belanda. Ia mengatakan fosil tersebut telah lama diselamatkan dan dirawat oleh Museum Naturalis Leiden.

“Mereka telah memberikan pemahaman dan pembelajaran baru tentang asal usul manusia. Dan juga memiliki peran besar dalam sejarah Indonesia,” kata Marcel.

Ia berharap fosil-fosil yang telah direpatriasi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan pendidikan, penelitian, serta meningkatkan kesadaran publik. Dengan demikian, generasi sekarang dan mendatang dapat lebih memahami serta menghargai sejarah evolusi manusia dan kebudayaan Indonesia.

Dikutip dari RRI.co.id