Dolar AS Melempem Menjelang Rilis Data Ekonomi

Dolar AS Melempem Menjelang Rilis Data Ekonomi

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tercatat sedikit melemah pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025. Pelemahan mata uang Negeri Paman Sam terjadi di awal pekan yang dipenuhi agenda rilis data ekonomi penting yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada tahun depan.

Mengutip Investing.com, Selasa, 16 Desember 2025, indeks dolar—yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia—diperdagangkan turun 0,1 persen ke level 97,950. Posisi tersebut mendekati level terendah dalam sekitar dua bulan yang sempat dicapai pada pekan lalu. Sepanjang tahun ini, indeks dolar tercatat telah melemah lebih dari sembilan persen, menuju penurunan tahunan terdalam sejak 2017.

Pelemahan dolar berlanjut setelah Federal Reserve memangkas suku bunga pada pekan lalu serta memberikan sinyal kemungkinan penurunan lanjutan sepanjang 2026. Meski demikian, para pembuat kebijakan masih terbelah dan memilih menunggu kejelasan kondisi ekonomi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah rilis data ekonomi utama serta pidato pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk mengenai jalur kebijakan suku bunga tahun depan. Analis ING menilai perhatian utama pasar tertuju pada data nonfarm payrolls November yang akan dirilis dalam waktu dekat.

“Angka nonfarm payrolls diperkirakan hanya bertambah sekitar 50 ribu, dengan tingkat pengangguran naik tipis ke 4,5 persen. Data yang lebih lemah dari perkiraan dapat mempercepat ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga Fed berikutnya,” tulis ING dalam catatannya.

ING juga menyoroti pentingnya pernyataan para pejabat The Fed, khususnya Presiden The Fed New York John Williams, yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk ekspektasi pasar. Williams sebelumnya berperan dalam menggeser pandangan pasar ke arah yang lebih lunak menjelang pemangkasan suku bunga pekan lalu.

Selain data ekonomi, pasar juga mencermati perkembangan terkait penunjukan Ketua The Fed berikutnya. Masa jabatan Jerome Powell sebagai pimpinan bank sentral AS dijadwalkan berakhir pada Mei mendatang. Presiden AS Donald Trump menyatakan cenderung memilih mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh atau Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett untuk memimpin The Fed pada periode selanjutnya.

Dikutip dari metrotvnews.com