Jumlah Korban Jiwa Bencana Aceh Naik, Kini Mencapai 349 Orang

Jumlah Korban Jiwa Bencana Aceh Naik, Kini Mencapai 349 Orang

Korban Meninggal Terus Bertambah

Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Aceh kembali bertambah. Hingga Jumat (5/12/2025) malam, total korban meninggal mencapai 349 orang, sementara 92 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

“Korban meninggal kembali bertambah hari ini berdasarkan laporan dari daerah,” kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 18 November 2025 itu telah berdampak pada 18 kabupaten/kota, 234 kecamatan, dan 3.978 gampong. Jumlah warga terdampak mencapai 321.134 Kepala Keluarga (KK) atau 1.404.130 jiwa. Dari total tersebut, sebanyak 194.233 KK atau 775.346 jiwa terpaksa mengungsi di 824 lokasi.

Menurut data posko, sebanyak 2.872 jiwa mengalami luka ringan, 576 luka berat, 349 meninggal dunia, dan 92 orang masih hilang.

Pemerintah Fokus Evakuasi dan Bantuan Kemanusiaan

Murthalamuddin menegaskan pemerintah dan tim gabungan terus mempercepat pencarian korban hilang serta mendistribusikan bantuan ke berbagai lokasi terdampak, terutama wilayah yang masih terisolasi.

“Fokus kami saat ini adalah evakuasi, pencarian korban hilang, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi,” ujar Murthalamuddin.

Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara untuk menjangkau daerah yang akses menuju ke sana masih terputus.

Kerusakan Fasilitas dan Hunian Sangat Parah

Selain menimbulkan banyak korban jiwa, bencana besar ini juga menyebabkan kerusakan luas pada fasilitas publik, yakni:

  • 205 unit perkantoran
  • 201 tempat ibadah
  • 243 sekolah
  • 15 pondok pesantren
  • Jalan rusak di 452 titik
  • Jembatan rusak di 312 titik
  • 245 rumah sakit/puskesmas

Sementara itu, kerugian material masyarakat meliputi:

  • 115.228 unit rumah
  • 65.024 hektare lahan persawahan
  • 12.513 hektare lahan perkebunan

Pemerintah terus mengupayakan pemulihan darurat dan perbaikan infrastruktur secara bertahap untuk memulihkan akses dan layanan publik di wilayah terdampak.

Dikutip dari RRI.co.id