Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS dalam perdagangan Senin (1/12). Pada akhir pekan sebelumnya, rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.675 per dolar AS, namun sejumlah analis menilai peluang penguatan kembali terbuka.
Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi bergerak menguat di rentang Rp16.600 hingga Rp16.700 per dolar AS. Menurutnya, sentimen global yang mendukung penguatan rupiah berasal dari melemahnya dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang.
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS. Rupiah diperkirakan menguat di rentang Rp16.600–Rp16.700 per dolar AS,” ujar Lukman.
Sentimen Penggerak Rupiah Hari Ini
Lukman menjelaskan melemahnya dolar AS juga dipicu kabar bahwa Kevin Hassett disebut-sebut akan menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Hassett, yang dikenal memiliki pandangan dovish, dinilai lebih berpotensi menurunkan suku bunga sesuai harapan Presiden Donald Trump.
Analis Pasar Uang lainnya, Fikri C. Permana, juga memproyeksikan penguatan rupiah pada hari ini. Ia memperkirakan rupiah dapat bergerak menuju Rp16.650 per dolar AS, didorong oleh ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga The Fed.
Fikri menambahkan bahwa pasar juga akan mencermati rilis data PMI manufaktur dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu publikasi data ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Pasar Menanti Rilis Data BPS
Hari ini, BPS dijadwalkan mengumumkan perkembangan inflasi hingga November 2025, serta data ekspor, impor, dan neraca perdagangan. Data-data tersebut diharapkan dapat memberikan arah tambahan bagi pergerakan rupiah.
Rupiah Dibuka Menguat Hari Ini
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah tercatat menguat tipis. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,07 persen ke posisi Rp16.664 per dolar AS.
Dikutip dari RRI.co.id