Generasi muda di Jawa Barat (Jabar) diajak untuk lebih melek politik guna meningkatkan kualitas demokrasi di daerah dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Semangat ini menjadi dasar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jabar menggelar kegiatan Ritme Demokrasi di Kota Bekasi, Sabtu (22/11/2025).
Kepala Badan Kesbangpol Jabar, Wahyu Mijaya, menegaskan bahwa partisipasi pemilih muda sangat penting melihat besarnya pengaruh mereka terhadap masa depan bangsa.
“Pemuda merupakan tulang punggung bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia,” ujarnya.
Demokrasi sebagai Tanggung Jawab Bersama
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Haris Bobihoe, menilai demokrasi yang berjalan saat ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Melalui demokrasi, proses pembangunan akan memiliki fondasi yang kuat untuk merealisasikan kemajuan yang lebih baik di masa depan,” kata Haris.
Pemilih Muda Harus Cerdas Menentukan Pilihan
Anggota DPRD Jawa Barat, Syahrir, mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh hanya ikut meramaikan kampanye, tetapi juga harus cerdas menentukan pilihan.
“Kegiatan Ritme Demokrasi ini kami harapkan dapat memberikan optimisme kepada pemuda agar kritis dan inspiratif,” ujarnya.
Wawasan Kebangsaan dan Literasi Media Jadi Fokus
Kegiatan ini menghadirkan Kolonel Inf Adang Suherlan, Kepala Subdirektorat Lingkungan Pendidikan Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan, serta jurnalis MetroTVnews.com Arga Sumantri sebagai narasumber dalam sesi talkshow.
Adang menekankan pentingnya wawasan kebangsaan untuk memperkuat karakter dan ketahanan nasional generasi muda. Sementara Arga mengajak pemuda untuk meningkatkan literasi media, terutama dalam menghadapi informasi yang kerap dipelintir di tahun politik.
Menurut Arga, pemilih muda yang cerdas harus memiliki tiga kompetensi:
- Kritis terhadap informasi,
- Terlibat dalam diskusi positif,
- Berani menentukan pilihan dan tidak golput.
Dominasi Pemilih Muda pada Pemilu 2029
Pada Pemilu 2029, diproyeksikan 73 persen pemilih berasal dari kalangan muda (usia 17–50 tahun). Dengan dominasi tersebut, partisipasi aktif mereka sangat menentukan arah demokrasi dan pembangunan Indonesia di masa depan.
Program Ritme Demokrasi diharapkan mampu menjadi ruang edukasi politik yang inklusif serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap perannya sebagai pemilih strategis.
Dikutip dari metrotvnews.com