Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat. Penguatan didorong penurunan harga minyak serta data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan.
Melansir Xinhua, Jumat, 14 Agustus 2026, Dow Jones Industrial Average naik 69,72 poin atau 0,13 persen menjadi 53.839,99. S&P 500 bertambah 50,49 poin atau 0,65 persen ke 7.798,99, sedangkan Nasdaq Composite naik 214,54 poin atau 0,81 persen menjadi 26.803,03. S&P 500 dan Nasdaq sekaligus mencatat rekor penutupan baru.
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir menguat. Sektor layanan komunikasi dan real estat menjadi penguat utama, masing-masing naik 1,56 persen dan 1,34 persen.
PPI AS di bawah ekspektasi
Sentimen positif juga datang dari data PPI AS. Pada Juli 2026, PPI tercatat tidak berubah secara bulanan, lebih rendah dari perkiraan ekonom yang memproyeksikan kenaikan 0,2 persen.
Sementara itu, PPI inti meningkat 0,2 persen, juga di bawah ekspektasi 0,3 persen. Data tersebut memperkuat optimisme investor terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve setelah sebelumnya data CPI AS sesuai dengan perkiraan pasar.
Harga minyak turun
Harga minyak mentah turut memberikan sentimen positif bagi pasar saham. WTI untuk pengiriman September turun USD2,02 atau 2,43 persen menjadi USD81,25 per barel. Brent untuk pengiriman Oktober melemah USD1,91 atau 2,15 persen menjadi USD87,07 per barel.
Di pasar saham, Cisco Systems turun 8,4 persen setelah proyeksi margin perusahaan berada sedikit di bawah ekspektasi pasar. Saham Cerebras Systems anjlok hampir 12 persen dan Coherent turun hampir 8 persen.
Sebaliknya, Netflix menguat lebih dari 5 persen setelah Pershing Square Capital Management milik Bill Ackman mengungkapkan kepemilikan saham baru di perusahaan tersebut. Saham Super Micro Computer juga naik lebih dari 4 persen.