Menteri Brian Yuliarto meminta seluruh perguruan tinggi di Indonesia memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan budaya akademik unggul guna menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/5/2026), Mendiktisaintek menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global. Karena itu, sistem pengujian dan akreditasi pendidikan tinggi perlu terus diperkuat dengan prinsip continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan.
“Kita ingin lulusan Indonesia memiliki kualitas yang teruji dan mampu bersaing, termasuk di tingkat internasional,” kata Brian Yuliarto.
Menurut Brian, peran dosen tidak hanya sebatas pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai pembentuk karakter, budaya kerja, dan pola pikir mahasiswa. Oleh sebab itu, perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya growth mindset serta budaya akademik yang positif.
Ia juga membagikan pengalamannya saat menjalin kolaborasi akademik dengan sejumlah universitas di Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. Dari pengalaman tersebut, Brian menilai salah satu ciri utama kampus maju adalah budaya kerja perfect in detail, yaitu perhatian terhadap kualitas hingga pada aspek-aspek kecil dalam pelayanan akademik maupun pengelolaan lingkungan kampus.
Menurutnya, suasana kampus yang tertata, disiplin, dan konsisten akan membentuk karakter mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.
“Kampus bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi tempat membangun mindset dan karakter. Mahasiswa yang terbiasa berada dalam lingkungan yang baik akan membawa standar kualitas itu ketika terjun ke masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Brian menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pelayanan kepada dosen, termasuk dalam pengembangan karier dan kenaikan jabatan akademik. Ia meminta manajemen kampus lebih proaktif membantu dosen dalam memenuhi persyaratan akademik, publikasi ilmiah, hingga pengembangan kompetensi profesional.
Tidak hanya fokus pada kualitas akademik, Mendiktisaintek juga mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Brian, kampus harus mampu menjadi pusat inovasi pengolahan sampah terpadu yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.