Harga Emas Dunia Tertekan akibat Sentimen Pasar Global

Harga Emas Dunia Tertekan akibat Sentimen Pasar Global

Harga emas dunia melemah dalam perdagangan Asia pada Senin, 11 Mei 2026, setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan mingguan. Penurunan harga logam mulia dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Teluk.

Mengutip data Investing.com, harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD4.677,82 per troy ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS juga melemah 0,8 persen ke level USD4.694,34 per troy ons.

Sebelumnya, harga emas sempat naik lebih dari dua persen sepanjang pekan lalu karena optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran.

Namun, sentimen pasar berubah setelah Presiden AS Donald Trump menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan Washington terkait konflik di kawasan Teluk.

Melalui mediator Pakistan, Iran dilaporkan meminta pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, serta pengakuan hak Iran untuk melanjutkan sebagian aktivitas nuklirnya.

Kebuntuan negosiasi tersebut membuat pasar kembali khawatir terhadap stabilitas pasokan energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari tiga persen hingga menembus USD104 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik mendekati USD99 per barel.

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi global tetap tinggi dan berpotensi mendorong bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Selain itu, dolar AS juga menguat setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemangkasan suku bunga.

Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga menekan permintaan logam mulia di pasar global.

Pasar sebelumnya sempat optimistis Washington dan Teheran dapat mencapai kesepakatan untuk meredakan konflik dan membuka kembali jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Namun, perkembangan terbaru membuat investor kembali berhati-hati terhadap potensi kegagalan negosiasi tersebut. Perhatian pasar kini tertuju pada data inflasi AS dan agenda kunjungan Donald Trump ke Tiongkok yang diperkirakan membahas isu Iran, perdagangan, dan keamanan energi global bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak tercatat turun 0,7 persen menjadi USD79,76 per ons, sedangkan harga platinum melemah 1,3 persen menjadi USD2.031,60 per ons.