Permintaan Meningkat, Dolar AS Perkasa, Yen Disorot Pasar

Permintaan Meningkat, Dolar AS Perkasa, Yen Disorot Pasar

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026, seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik global. Ketidakpastian dipicu oleh serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta gangguan pada fasilitas energi di Uni Emirat Arab (UEA).

Mengutip Investing.com, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,2 persen ke level 98,37.

Penguatan dolar ini turut menekan sejumlah mata uang utama dunia. Yen Jepang masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS, dengan pasangan USD/JPY naik 0,1 persen ke level 157,21. Pergerakan ini terjadi setelah yen sempat menguat pada pekan sebelumnya.

Pelaku pasar menilai otoritas Jepang kemungkinan telah melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan pelemahan yen. Langkah tersebut diyakini bertujuan menjaga nilai tukar agar tidak menembus level psikologis tertentu, terutama di tengah volatilitas pasar global.

Namun, analis menilai intervensi tersebut hanya bersifat sementara. Faktor fundamental seperti suku bunga yang rendah di Jepang, kebijakan moneter global, serta tingginya harga minyak dunia masih menjadi tekanan utama bagi yen.

Di sisi lain, aktivitas pasar global cenderung terbatas karena libur panjang Golden Week di Jepang serta libur pasar di Tiongkok daratan, yang membuat likuiditas perdagangan relatif tipis.

Selain yen, mata uang utama lainnya juga melemah terhadap dolar AS. Euro turun 0,3 persen menjadi USD1,1690, sementara poundsterling Inggris juga terkoreksi 0,3 persen ke level USD1,3530.

Secara keseluruhan, penguatan dolar AS mencerminkan sikap hati-hati investor global yang cenderung mengalihkan dana ke aset aman di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.