Jakarta — Mengonsumsi makanan atau minuman manis sering kali membuat perasaan lebih baik, namun di balik kenikmatannya, gula berlebih menyimpan risiko serius bagi kesehatan. Terlalu banyak asupan gula dapat menyebabkan peningkatan berat badan, diabetes, hingga meningkatkan risiko kanker.
Untuk menghindari dampak tersebut, sebagian orang memilih menggunakan pemanis alternatif, baik pemanis buatan maupun pemanis alami.
Dikutip dari Hindustan Times, Kamis (6/11/2025), dr. Jayesh Sharma, Konsultan Bedah Onkologi di Rumah Sakit ITSA Raipur, India, menjelaskan bahwa pemanis buatan seperti sakarin dan aspartam umumnya tidak beracun dan tidak menyebabkan kanker. Selain itu, penggunaannya dapat membantu mengurangi asupan kalori.
“Namun, pemanis buatan ini memiliki efek pada bakteri lambung. Banyak orang merasa lapar setelah mengonsumsinya, sehingga kurang efektif untuk menurunkan berat badan,” ujar dr. Jayesh.
Selain itu, permen dan manisan bebas gula yang mengandung sukralosa atau eritritol memiliki rasa mirip gula dengan kalori rendah atau nol. Meski demikian, kedua pemanis ini juga dapat menimbulkan efek samping ringan pada pencernaan seperti kembung atau diare ringan bila dikonsumsi berlebihan.
Beralih ke pemanis alami, seperti stevia dan buah biksu (siraitia grosvenorii), kini semakin populer di kalangan masyarakat yang ingin hidup sehat. Meskipun memiliki sedikit rasa pahit, keduanya tidak mengandung kalori dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah.
“Stevia dapat digunakan untuk memasak dan keduanya merupakan pengganti gula yang baik, sekitar 80 persen aman,” jelas dr. Jayesh.
Ia menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih pemanis, terutama bagi yang ingin tetap menikmati rasa manis tanpa mengorbankan kesehatan.
“Pilihlah pemanis yang tepat agar tetap bisa menikmati makanan dan minuman manis dengan cara yang lebih sehat,” tutupnya. Dikutip dari antaranews.com