Upaya Penyusupan Kurikulum RI oleh Rabi Yahudi Utusan Trump Dikritik DPR

Upaya Penyusupan Kurikulum RI oleh Rabi Yahudi Utusan Trump Dikritik DPR

Komisi I DPR RI memberikan peringatan keras terhadap wacana Amerika Serikat (AS) untuk mengubah pandangan masyarakat Indonesia terhadap bangsa Yahudi melalui buku ajar sekolah. Wacana tersebut disampaikan oleh Yehuda Kaploun, Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump untuk Urusan Antisemit.

Kaploun menyatakan AS berencana mendidik anak-anak Indonesia agar pandangan mereka terhadap antisemitisme berubah. Antisemitisme sendiri didefinisikan sebagai prasangka, diskriminasi, atau kebencian terhadap orang Yahudi.

Merespons hal ini, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta, menegaskan pendidikan di Indonesia tidak mengajarkan antisemitisme. Ia menekankan bahwa sikap masyarakat Indonesia yang mengecam agresi Israel ke Palestina bukan antisemitisme, melainkan antipenjajahan.

“Jika Israel tidak ingin dikecam dunia, mestinya mereka menghentikan penjajahannya ke Palestina,” ujar Sukamta, Senin (22/12/2025).

Sukamta menambahkan kondisi sosiologis Indonesia, dengan enam agama resmi yang diakui negara, menunjukkan Indonesia tidak antisemit. Ia juga mewanti-wanti pemerintah Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati karena proyek intervensi tersebut berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai UUD 1945, Pancasila, dan budaya Indonesia.

Sebelumnya, Kaploun menyatakan dalam konferensi yang digelar The Jerusalem Post di Washington, AS, bahwa ia berencana mengubah buku ajar di Indonesia sebagai bagian dari upaya pemberantasan antisemitisme secara global. Kaploun juga menyebut akan bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk melancarkan program tersebut, termasuk memerangi pandangan antisemit di internet.

Kaploun ditunjuk oleh Trump sebagai Utusan Khusus AS untuk Monitor dan Melawan Antisemitisme, dan proyek ini menjadi salah satu inisiatif prioritas divisi khusus yang akan dibentuk di AS.

Dikutip dari cnnindonesia.com