Tokopedia dan TikTok Shop meluncurkan program “Lokal Mendunia” untuk mendorong pelaku usaha lokal Indonesia menembus pasar global, berbarengan dengan perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk Indonesia sekaligus memperkuat ekonomi digital nasional.
Head of Public Policy & Government Relations Tokopedia dan TikTok Shop E-commerce Indonesia, Hilmi Adrianto, mengatakan platform digital kini berperan penting bagi UMKM dan brand lokal dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, serta masuk ke pasar global.
“Dengan ekosistem yang kuat, kami terus mendorong pelaku usaha lokal Indonesia untuk menembus pasar global, membangun kebanggaan serta kepercayaan terhadap produk buatan Indonesia, untuk memperkuat perekonomian digital bangsa,” kata Hilmi, Jumat (5/12/2025) di Jakarta.
Ekspansi Pasar Melalui TikTok Shop
Program Lokal Mendunia memanfaatkan infrastruktur TikTok Shop di Asia Tenggara untuk membuka akses pasar regional. Inisiatif ini menghadirkan pembelajaran terarah, aktivitas berbasis misi, dan pendampingan intensif bagi brand lokal, sehingga dapat memvalidasi potensi pasar, memahami preferensi konsumen, dan meningkatkan kesiapan operasional.
Para peserta program juga mendapat akses langsung ke tim TikTok Shop di tiap negara, serta terhubung dengan TikTok Shop Partners (TSP) resmi yang menyediakan layanan profesional seperti pembuatan konten, live streaming, pengelolaan toko, dan dukungan pemenuhan pesanan.
Selain itu, program ini terintegrasi dengan Promo Guncang 12.12, yang membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha dan brand lokal untuk naik kelas serta meningkatkan visibilitas dan penjualan secara digital.
Dukungan Pemerintah
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi inisiatif ini dan menilai kontribusi platform digital sangat penting dalam memperkuat ekonomi digital Indonesia. Menurutnya, program seperti Harbolnas 2025 yang berlangsung pada 10–16 Desember 2025 membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal dan pelaku UMKM.
“Melalui pemanfaatan ekosistem perdagangan digital yang inklusif dan kompetitif, diharapkan lebih banyak produk UMKM yang menembus pasar global,” ujarnya.
Dikutip dari antaranews.com